For International guest, you can translate this web page just click on your country flag below, thanks:

 

 

 

 

PERMASALAHAN DAN SASARAN

 

 

1. PENDAHULUAN

 

Berdasarkan Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang "Pemerintahan Daerah" dan Undang-undang No.18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi" dalam waktu desentralisai saat ini pelaksanaan kebijakan publik berfokus pada operasi di setiap daerah (propinsi / kabupaten ) yang memungkinkan mereka untuk mengatur sendiri prioritas kebutuhan infrastruktur dan jasa konstruksi. Oleh karena itu Daerah / Pemerintah Provinsi sangat diharapkan dalam waktu dekat untuk memiliki kapasitas lebih kuat dalam bidang teknik.

 

Dalam rangka memantapkan kestabilan sarana perhubungan lalu-lintas angkutan darat yang sangat penting artinya bagi pembangunan nasional, sebagai perwujudan nyata terhadap pelayanan jasa distribusi yang meliputi jasa angkutan dan jasa perdagangan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, oleh karena itu sistem jaringan jalan dan jembatan yang merupakan hal yang utama untuk dijaga kemampuan daya layannya.

 

Jembatan yang merupakan bagian dari jalan sangat diperlukan dalam sistem jaringan transportasi darat yang akan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Oleh sebab itu perencanaan, pembangunan dan rehablillasi serta fabrikasi perlu diperhatikan seefektif dan seefisien mungkin, sehingga pembangunan jembatan dapat mencapai sasaran umur jembatan yang direncanakan.

 

Para pemerhati Jembatan Indonesia yang terdiri dari Kalangan Pemerintahan, Akademis, Perencana, Pengawas, Pelaksana, Fabrikasi dan Supplier turut terlibat dan bertanggung jawab atas pembangunan jembatan yang efektif dan efisien. Sehingga sistem jaringan jalan dan jembatan yang mantap sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan teknologi dapat dicapai

 

2.      PERKEMBANGAN TEKNOLOGI JALAN

 

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang berjumlah sekitar 17.000 pulau. Dengan memperhatikan kondisi alam Indonesia yang berupa pulau-pulau dengan bukit-bukit, pegunungan dan sungai-sungai besarnya serta kondisi tanah lunak (rawa-rawa & gambut) yang tersebar diseluruh kepulauan Indonesia, sehingga untuk memantapakan sistem jaringan jalan masih banyak diperlukan pembangunan & rehabilitasi jembatan sesuai dengan perkembangan teknologi.

 

Pembangunan jembatan di Indonesia pada dekade 70 dan 80an lebih didominasi dengan teknologi bangunan atas standar seperti tipe rangka baja, gelagar komposit dan balok beton pratekan segmental. Spesikasi pembebanan jembatan yang digunakan pun masih menerapkan perbedaan kelas beban.

 

Kebijaksanan dibidang jembatan tersebut pada saat itu merupakan pilihan yang tepat mengingat kebutuhan akan pembangunan jembatan yang komprehensip sangat mendesak agar dapat menghubungkan bagian-bagian daerah di Indonesia yang belum terjangkau dengan prasarana jalan.

 

Kebijaksanaan ini juga didukung dengan kenyataan bahwa dari 88 ribu jembatan yang ada di Indonesia hampir sebagian besar melintasi sungai kecil. Untuk ruas jalan nasional dan provinsi saja memiliki sekitar 32 ribu jembatan dengan panjang total sekitar 54 ribu meter. Jumlah jembatan yang melintasi sungai-sungai dengan lebar lebih dari 100 meter kurang dari 2%. Ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan penggunaan bangunan atas dengan tipe dan panjang standar harus lebih diprioritaskan untuk mempercepat program penanganan jaringan jalan secara nasional.

 

Namun demikian, perkembangan teknologi pembangunan jembatan di Indonesia bukan berarti tidak mengalami peningkatan. Dari tahun ke tahun teknologi jembatan di Indonesia sebenarnya mengalami peningkatan yang cukup pesat sejalan dengan kebutuhan prasarana transportasi darat dan air yang kian berkembang.

 

Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan kelas beban rencana jembatan mulai pada dekade 80an ini kelas beban rencana jembatan hanya dikenal satu kelas yaitu BM 100% untuk jembatan permanen dan BM 70% untuk jembatan semi-permanen. Mendekati akhir dekade 90an, mulai diterapkan BM 125% pada ruas-ruas jalan tertentu.

I

Kebutuhan jalur navigasi yang melalui kolong jembatan pada beberapa sungai besar menuntut adanya opening span yang cukup besar, telah juga mendorong akan pemahaman teknologi perencanaan bangunan atas alternatif dan pemahaman akan tingkat resiko tertabraknya struktur jembatan oleh kapal yang lewat kolong jembatan yang lebih baik sangat diperlukan.

 

Pemahaman akan teknologi pembangunan jembatan ini dapat ditujukkan dengan keberhasilan membangun jembatan khusus / strategis sebagai berikut :

§         Bentangan utama lebih dari 100 meteran yaitu :

o    Tipe Jembatan Rangka Baja adalah jembatan Kerasak (122,5m) dan Jembatan' Danau Bingkuang di Riau (120m).

o    Tipe Jembatan Prestressing Cantilever Box adalah Jembatan Rajamandala di Jabar (132m), Jembatan Serayu Kesugihan di Jateng (128m), Jembatan Rantau Berangin di Riau (121m).

o    Tipe Jembatan Balance Cantilever Concrete Box Girder adalah Jembatan Tonton-Nipah (160m) dan Jembatan Setoko-Rempang (145m) di Batam.

o    Tipe Jembatan Pelengkung Baja adalah Jembatan Kahayan di Kalteng (150m) .

 

§         Bentangan utama lebih dari 200 meteran yaitu :

o           Tipe Jembatan Gantung adalah Jembatan Memberamo di Irian Jaya (235m) dan Jembatan Barito di Kalsel (240m), Jembatan Mahakam 2 di Kaltim (270m).

o          Tipe Jembatan Cable Stayed adalah Jembatan Batam-Tonton di Batam (350m).

o          Tipe Jembatan Pelengkung Beton adalah Jembatan Rempang-Galang di Batam (245m).

o          Tipe Jembatan Cable Stayed terbaru adalah Jembatan Suramadu di Jawa Timur (total panjang 5.438m dg main bridge 192+434+192 m).

 

Keberhasilan pembangunan jembatan khusus/strategis ini merupakan prestasi yang tidak kecil artinya bagi bangsa Indonesia.

 

Tantangan ke depan yang akan dihadapi dalam bidang jembatan di Indonesia adalah pembangunan jembatan-jembatan besar yang menyeberangi sungai-sungai lebar dan yang dapat menghubungkan pulau-pulau di nusantara ini sudah sangat dibutuhkan. Hal ini dapat dilihat dari rencana jaringan Asia (Trans Asian Highway) dan Tri Nusa Bima Sakti yang akan menghubungkan Pulau Sumatera-Jawa-Bali menyeberangi Selat Sunda dan Selat Bali, memerlukan pembangunan jembatan sangat panjang dengan bentang utama diperkirakan 1000-3000m.

Penguasaan teknologi jembatan baik dari aspek peralatan, material maupun analisanya mutlak dibutuhkan. Pembangunan jembatan di daerah perkotaan dengan kondisi lahan yang terbatas dan volume lalu-lintas yang tetap operasional menuntut diperlukannya peralatan dan metode konstruksi serta material yang baik disamping teknologinya. Penggunaan dan penguasaan teknologi meterial yang kuat dan ringan juga sangat diperlukan untuk pembangunan jembatan berbentang panjang.

Penguasaan teknologi jembatan ini sudah sewajarnya  dikuasai oleh bangsa Indonesia,  sehingga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknik jembatan harus tetap dilakukan.

 

 

3.         PERSOALAN TEKNIS JEMBATAN

 

Memperhatikan kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan terutama dimasa krisis ekonomi yang dialami Indonesia tak kunjung berakhir. Persoalan-persoalan teknis Jembatan secara umum dapat dijumpai sebagai berikut :

§         Informasi tetang kondisi jembatan di Indonesia yang kurang terbuka buat Pemerhati Jembatan Indonesia, sehingga informasi tentang perkembangan teknologi jembatan tak sampai ke pemakai.

§         Kemampuan Perencanaan teknis jembatan di daerah kurang mengikuti kemajuan teknologi perencanaan baik untuk jembatan standar apalagi jembatan khusus.

§         Kegagalan bangunan jembatan, mulai dari penurunan & kerusakan oprit, pergeseran & keruntuhan abutmen dan pilar, retak dan runtuhnya lantai jembatan, rusaknya bangunan pelengkap jembatan, sampai dengan keruntuhan  waktu, gerusan air, gempa, longsoran, karat, dll, maupun disebabkan oleh manusia seperti : beban berlebih, tabrakan, dll.

§         Pelaksanaan yang belum menguasai metocle konstruksi sesuai dengan perkembangan teknologi peralatan dan material.

§         Perbaikan/rehabilitasi terhadap kerusakan pada jembatan kurang mengikuti perkembangan teknologi material yang tepat untuk perbaikan.

§         Penguasaan teknologi perencanaan, metode pelaksanaan, peralatan, material/ bahan yang terbatas unluk pembangunan jembatan panjang, yang makin banyak dibutuhkan saat ini.

 

 

4.      PENTINGNYA PEMBENTUKAN WADAH PARA PEMERHATI JEMBATAN INDONESIA

 

Memperhatikan kondisi saat ini dan tantangan pembangunan dan rehabilitasi jembatan dimasa yang akan, maka perlu kiranya pembentukan wadah seperti misalnya Lembaga untuk mengkaji Jembatan di Indonesia.

 

Maksud dan tujuan pembentukan WADAH para pemerhati Jembatan Indonesia:

§         Mewadahi keahlian dan kegiatan teknik professional di bidang teknik jembatan yang akan mengkaji perkembangan teknologi dan keilmuan di bidang teknik jembatan di Indonesia dengan melibatkan Masyarakat Jembatan Indonesia.

§         Memberi layanan informasi tentang jembatan dan perkembangan teknologinya di Indonesia serta mempermudah interaksi antar masyarakat Jembatan Indonesia melalui “Web Site Jembatan Indonesia”.

§         Memberi bantuan teknis untuk meningkalkan kemampuan pengembangan teknik jembatan, di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta rehabilitasi jembatan

§         Upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknik jembatan melalui ahli teknologi dan pengetahuan khusus untuk pembangunan jembatan dalam menghadapi tantangan pembangunan jembatan panjang dengan teknologi tinggi saat ini.

 

 

5.         SASARAN WEBSITE JEMBATAN INDONESIA

( www.JembatanIndonesia.com )

Sasaran website ini adalah:

1.      Memberikan layanan informasi tentang perkembangan teknologi dan keilmuan terbaru bagi seluruh pemerhati Jembatan Indonesia khususnya dan bagi masyarakat umum pada umumnya.

2.      Memberikan informasi tentang peraturan perundangan dan upaya pencapaian mutu terkait dengan kegiatan Jembatan Indonesia.

3.      Memudahkan interaksi antara anggota pemerhati Jembatan Indonesia baik yang di daerah dan di pusat untuk berbagi informasi dalam menghadapi permasalahan jembatan di daerah masing-masing.

4.      Memberikan fasilitas diskusi dalam Forum Diskusi On-line bagi para anggota pemerhati atau bila disetijui wadah ini disebut ”Masyarakat Jembatan Indonesia” (MJI) sekaligus sebagai forum tanya jawab dengan para pakar jembatan.("BUKU TAMU")

5.      Memberikan fasilitas bagi Fabrikan dan Supplier untuk memperkenalkan perkembangan teknologi pembangunan dan bahan perbaikan terbaru di bidang jembatan.

====================================

KENAPA INI HARUS TERJADI???

Departemen PU Selidiki Ambrolnya Jembatan Timpah - Kapuas - Kalteng

   Sehari Menjelang Diresmikan, Jembatan Runtuh ...

                             Dr. Ir. A Hermanto Dardak, M.Sc SELAMAT ATAS DILANTIKNYA BP MENJADI WAKIL MENTERI!

BALAI7.NET - Penyebab runtuhnya jembatan di Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah, Kapuas, Kalteng masih belum diketahui. Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan penyelidikan ambrolnya rangka jembatan tersebut.
"Tim kami masih memeriksa, nanti kita sampaikan penjelasan resminya," Dirjen Bina Marga Departemen PU Hermanto Dardak, Minggu (5/4/2009).
Hermanto menduga lemahnya titik-titik pertemuan rangka menjadi penyebab ambrolnya jembatan yang akan segera diresmikan tersebut.
"Saya menduga masalahnya di buhul-buhul, karena itu adalah titik temu kekuatan rangka. Beban matinya di situ"
Seperti diberitakan, rangka bagian tengah jembatan di sungai terpanjang di Indonesia itu runtuh pada Jumat 3 April lalu. Kejadian ini cukup mengherankan pemerintah daerah setempat karena jembatan sepanjang 255 meter ini baru saja dicor dua hari yang lalu.

Kalteng Pos Online - Penyebab ambruknya jembatan Sungai Kapuas di Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Jumat (3/4) belum bisa dipastikan. Tim Pusat dari Departemen Pekerjaan Umum (PU) langsung datang ke lokasi dan melihat langsung kerangka yang patah di bagian bentang tengah itu.

“Penyebab runtuhnya jembatan masih diselidiki. Untuk mengetahui apakah ada masalah konstruksi, desain dan masalah lainnya perlu beberapa waktu,” kata Dirjen Bina Marga Direktur Wilayah Timur Kasubdit Wilayah II DR Jawali Marbun, Sabtu (4/4).

Ia menyebut kedatangan timnya yang berjumlah empat orang --sebelum personel lainnya direncanakan datang juga dari Jakarta, bukan untuk mencari siapa yang salah. Namun untuk mencari tahu langsung apa yang sebenarnya terjadi, mengingat jembatan yang digarap PT Agrabudi Karyamarga itu secara teknis pembinaannya ada di bawah Dep. PU.

Kedatangan tim ini pun menurutnya dilakukan secara spontan begitu mendengar jembatan yang konstruksinya disebut non standar dan baru diterapkan di Indonesia ini ambruk, tiga hari menjelang diresmikan. Konstruksi jembatan sejenis hanya ada di Kalimantan Timur (Kaltim) dan tak bermasalah. “Sekalipun ini program APBD tapi kami ingin membantu. Biarkanlah tim bekerja, kasih waktu untuk itu,” ucap Jawali.

Yang paling utama untuk dilakukan saat ini, ucapnya, melakukan evakuasi reruntuhan konstruksi rangka baja yang melintang di tengah sungai agar lalu lintas air tidak terganggu dan jangan sampai ada korban lagi. Sebab, bangunan masih bergerak. Artinya, pengaruh arus air sungai dan posisi jembatan cukup tinggi, jika terkena angin bisa berbahaya.

Terpaan angin masih berpotensi mendorong terjadinya kerusakan lanjutan. Ancaman runtuhnya sisa-sisa jembatan dengan panjang 255 meter panjang ini bukan omong kosong.

Sementara rombongan tim Dep. PU bersama Wakil Gubernur Ir Achmad Diran didampingi Asisten II Sekda Provinsi Kalteng Ir Tagah Pahoe, Kepala Dinas PU Provinsi Kalteng Ben Brahim dan sejumlah media melihat dari dekat kondisi jembatan yang sebagian konstruksinya seperti tersobek di bagian sisi jembatan sebelah kanan atas dari arah jalan Palangka Raya – Buntok ini beberapa kali bunyi 'kretek-kretek' seperti sesuatu yang mau runtuh terdengar.

“Jangan terlalu dekat dengan jembatan, kondisinya masih sangat berbahaya bisa saja nanti tertimpa reruntuhan,” tegur Ben kepada rombongan.

Sebagai langkah pengaman agar warga yang berada di sekitar feri penyeberangan tidak mendekati lokasi runtuhnya jembatan, di pasang police line (garis polisi berwarna kuning).

Sementara itu, Diran tak terlalu banyak komentar. Ia hanya menyebut pihaknya sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Terlebih jembatan ini menewaskan satu pekerja, Miskan (55) warga Desa Pangkoh II Kecamatan Pandai Batu Kabupaten Pulang Pisau. Pekerja nahas ini tertimpa runtuhan jembatan ketika berada dibawah jembatan saat musibah terjadi.

Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, sebut Diran, serius memandang masalah ini kendati ia pun mengaku belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait ambruknya jembatan bernilai kontrak Rp 28.198.500.000 itu.

“Penyebabnya masih diteliti. Yang penting kita semua ikut berbelangsukawa karena meninggalnya Miskan, semoga arwahnya diterima di sisi Allah,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang SH langsung melakukan sidak, sekitar pukul 18.30 WIB begitu tahu jembatan runtuh. Gubernur bertolak dari Kabupaten Pulang Pisau langsung menuju ke Desa Lungku Layang Kecamatan Timpah bersama beberapa rombongan.

Sebagai informasi, jembatan di sungai Kapuas Kecamatan Timpah ini dikerjakan PT Agrabudi Karyamarga mulai 27 Februari 2007 dan rencananya sampai 15 Agustus 2009 atau 900 hari kalender. Kegiatan pembangunan langsung dibawah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng, dengan nilai kontrak Rp 28.198.500.000.

Jembatan ini akan menghubungkan Kota Palangka Raya-Buntok. Data teknis jembatan yakni nama Jembatan Sungai Kapuas, panjang total 255 meter, kelas jembatan A, lebar jembatan tujuh meter, pondasi pipa baja diameter 600 mm tebal 10 mm, lantai jembatan beton K-350, pilar dan abutment beton K-250.

Ada empat jembatan yang sedang dibangun dalam kontrak APBD proyek multi years , dua sudah selesai yakni Jembatan Murui di Bagugus dan Jembatan Mangkutup di Bukit Batu. Rencananya, paling lambat awal tahun 2010 Jalan Palangka Raya-Buntok sepanjang 197 km akan terhubung seluruhnya.

Semua pembangunan jembatan ini dibiayai dari APBD provinsi dan APBD kabupaten dan kota. Saat peresmian dua jembatan yang sudah selesai, Kadis PU Kalteng, Ben Brahim menjelaskan pembangunan dua jembatan itu telah dimulai sejak 2006. Tahun anggaran 2006 dan 2007 untuk Jembatan Murui baru mampu memasang 20 tiang pancang.

Baru tahun 2008 dan 2009 melalui kontrak multi years dan bantuan dari Departemen PU akhirnya bisa diselesaikan. Kontrak pembangunan jembatan ini sebenarnya sampai 31 April 2009. Karena permintaan Gubernur dipercepat, akhirnya dua jembatan ini bisa digunakan 28 Maret 2009. (ust)

 

Tentunya kita, yang terlibat dengan penyelenggaraan jembatan, pada tingkat manapun, harus lebih berhati-hati dan lebih serius dalam menjalankan profesi kita masing-masing, mulai dari tahap perencanaan, pembangunan maupun saat pemanfaatan termasuk rehabilitasi/pemeliharaannya, sehingga tidak akan terjadi kegagalan seperti tersebut di atas.

Menteri PU melalui Permen 04/PRT/M/2009 Tanggal 16 Maret 2009 (pengganti Kepmen No.362/KPTS/M/2004) menekankan setiap jajaran Direktorat Jenderal harus menetapkan Sasaran Mutu sesuai dengan lingkup tugasnya.

-----------------------------------------

Dalam hal terjadi permasalahan/kesulitan khususnya pada tahap perencanaan, Subdit Teknik Jembatan siap membantu memberikan Advis Teknik kepada siapapun, baik jembatan yg dibiayai dari Loan, APBN, APBD maupun Swasta.

Bila Anda Menjumpai Kesulitan, hubungi kami, kami siap membantu. (Subdit Teknik Jembatan)

 

 

UNTUK DIINGAT:

MUTU KONSTRUKSI JEMBATAN DIMULAI DARI HASIL PERENCANAAN YG BERMUTU!

 

 

APAKAH ANDA MEMPUNYAI MASALAH DENGAN RANGKA JEMBATAN YANG DICURI?

 ?

 

SALAH SATU SOLUSINYA:

GUNAKAN BAUT ANTI CURI (FASTENING SYSTEM)

DENGAN "MINIMUM FASTENER VALUE" YANG TINGGI ( SHEAR & TENSILE) JUMLAH BAUT DAPAT LEBIH SEDIKIT

PENJELASAN RINCI KLIK DISINI / HUBUNGI ADMIN

 
 

HASIL SEMINAR SEHARI TRANS NASIONAL DALAM KONTEKS TRANS ASIA DAN ASEAN HIGHWAYS

DI HOTEL SULTAN TANGGAL 1 JULI 2009:

Policy Paper dari Dirjen Bina Marga, Ketua Bappenas, Menteri Perhubungan, Menteri Pertahanan dan Menteri Perdagangan

Paper Teknis dari Kepala BPJT, Prof (R) Lanneke Tristanto Pusjatan, DR Syahdanul Irwan, MSc Pusjatan dan Dir Bintek Ditjen. Bina Marga

Paper Industri/Manajemen dari Kepala BPKSDN PU, PT Krakatau Steel, PT Semen Gresik, Kepala BPJN V Ditjen Bina Marga, Puslitbang Sebranmas Dept. PU dan Direktur Bintek Ditjen Bina Marga

DOWNLOAD KLIK DISINI

 

 

LOMBA  KONSTRUKSI  INDONESIA  2009

 

 

 

PEMBINA JEMBATAN DI INDONESIA:

Departemen Pekerjaan Umum (Menteri: Ir. Djoko Kirmanto, Dipl.HE.)

Wakil Menteri PU: Dr. Ir. A Hermanto Dardak, M.Sc

Direktorat Jenderal Bina Marga (Dirjen: Dr. Ir. A Hermanto Dardak, M.Sc)

Direktorat Bina Teknik (Direktur: Ir. Danis H Sumadilaga, MEngSc)

Sub Direktorat Teknik Jembatan (Kasubdit: Ir. Herry Vaza, MEngSc)

Jl. Pattimura No. 20 - Gd. Bina Marga Lt.6 - Kebayoran Baru - Jakarta - Indonesia 12110
Telp. (62-21)726.8995 Fax. (62-21)739.6421

====================================

Admin:

Dr. Ir. Sudaryono, MM - 0852.8445.9419 - 0812.8910.7224 - 021.95.2828.70

webmaster@JembatanIndonesia.com - bintek.jembatan@gmail.com

====================================

Foreign Bridges:

Sejak bulan Februari 2009 web ini kami lengkapi dengan global-translator program, sehingga dapat diterjemahkan

ke dalam 34 bahasa di seluruh dunia.

 

THANK YOU TO YOUR COMMENT/QUESTION IN OUR GUEST BOOK

All Right Reserved (C) Copyright 2007-2009

last edit 181109

        

Web Linkss:

 

1. Public Works Departement:

www.pu.go.id

 

2.NSPM Bintek

 

3. Suramadu:

www.Suramadu.com

 

4.Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Bandung

 

5. Bridges in Japan

 

6.California Bridges

 

7. Golden Gate Bride

 

8.Britannia Bridge

 

9.BAY Bridge Collection

 

10.Ten Most Beautiful Bridges in the World

 

11.Bridge of the Month Collection

===============

Buku Tamu KLIK DISINI

 

===============

 

Pengunjung 

jembatan indonesia

 
 
 
===============

 

Partner

Ingin perbaiki lantai jembatan beton yang rusak? Gunakan metode precast. Hubungi kami:

------------------

 

Buku-buku Referensi Teknik Jalan

 ===============

 

BREAKING NEWS

Pada TGL 26 - 27 Februari 2009 ini kami menemani para mahasiswa PNJ Jakarta dan UMM Malang yang telah memenangkan lomba Jembatan Indonesia tahun 2008, meninjau Pembangunan Jembatan Suramadu, jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Diawali dengan kunjungan lapangan, melihat dari dekat pada pembangunan bentang tengah yang hampir selesai dan dilanjutkan dengan penjelasan perencanaan, pelaksanaan dan permasalahan yang terjadi serta pemecahannya selama pelaksanaan. Tidak lupa tentunya disertai diskusi dan tanya jawab.

Diharapkan lomba seperti itu dapat lebih ditingkatkan lagi pada tahun2 mendatang.

KLIK BLOG PNJ

KLIK WEB UMM

 

 

==============

Hal serupa, ITS juga akan menyelenggarakan CIVIL EXPO 2009, merupakan suatu kegiatan akbar dan inovatif yang merupakan rangkaian acara yang antara lain juga menyelenggarakan Lomba Beton dan Jembatan Tingkat Nasional untuk mahasiswa. Rangkaian acara CIVIL EXPO 2009 secara resmi dilaksanakan pada tanggal 20,21,22 Maret 2009 di Surabaya. SEMOGA SUKSES!

KLIK BLOG CIVIL EXPO ITS 2009

 

==============

 

DISEMINASI DAN PELATIHAN

Pada tahun 2009 ini Subdit Teknik Jembatan telah memberikan Diseminasi Dasar2 Perencanaan/ Pelaksanaan dan Pengawasan Teknik Jembatan.  Peserta dari internal para Satker di Ditjen Bina Marga dan staf Dinas Bina Marga pada regianal yg dipilih, serta staf Dinas PU/Bina Marga Kabupaten/Kota pada provinsi dimana Diseminasi/ Pelatihan diselenggarakan.

1. Batam: Mei 2009

2. Balikpapan: Juni 2009

3. Ambon: Juli 2009

Pelatihan Inspector Jembatan untuk Perencanaan Rehabilitasi Jembatan. Pelatihan ini telah mulai dilaksanakan tgl 3-6 Agustus 2009 di Medan untuk region Sumatera dan akan dilanjutkan untuk 2 region lagi pada bulan Oktober 2009 rencana diselenggarakan di Bali dan Surabaya. Bagi yg berminat diluar P2JJ dan Preservasi jembatan dapat mendaftar via Admin web ini.

==============

 

KARYA INOVASI

Menristek melalui Business Innovation Center th 2009 membuka kesempatan pendaftaran untuk mengajukan karya inovasi yg diciptakan oleh siapa saja, untuk diseleksi untuk diterbitkan menjadi buku "101 Inovasi Paling Prospektif 2009", dengan tujuan karya tersebut dapat lebih berpeluang untuk dimanfaatkan/ dikomersialisasikan.

 Pendaftaran ditutup tgl 30 Mei 2009, presentasi tgl 4 Mei sd 29 Juni 2009.

Tahun 2008 telah diterbitkan buku "100 Inovasi Indonesia 2008" Hampir separuh karya inovasi tsb sedang melanjutkan proses menuju komersialisasi.(dar 200409)

Anda sudah mendaftarkan karya inovasi? Dapat dilihat disini www.bic.web.id

 

 

==============

 

INVESTASI ONLINE

Anda berminat melakukan investasi online? Yg satu ini cukup menjanjikan. Dg invest 200 ribu dan pasif, berpotensi hasilkan 1 milyar; dan bila aktif ajak 10 teman, hasil dapat sd 2 x nya. Waktu tidak dibatasi.

 PELAJARI DISINI

 

 

UBAH HP ANDA JADI MESIN PENCETAK UANG

Sudah banyak yang berhasil dapatkan lebih dari 50 juta/bulan!

Biaya Rp.175 ribu saja.

Kami dapat bantu, terbatas untuk 50 orang perdaftar pertama.

Pelajari di www.aneka-usaha.com/flexter/

 

 

 

 

Modal 50 ribu -

hasilkan sd 10 milyar lebih? Jangan mudah percaya, teliti dulu!